Pemanfaatan Ingridien Pangan Lokal



Indonesia sebagai salah satu negara biodiversitas tertinggi di dunia selain keragaman kearifan lokalnya yang patut mensyukuri anugerah kekayaan alam yang dimiliki. 

Beberapa grup etnik di Indonesia telah mengenal keberadaan ingridien fungsional sejak zaman nenek moyang seperti pada “jamu” dan ramuan-ramuan berkhasiat lain yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia secara tradisional. 

Dewasa ini berbagai hasil penelitian ilmiah telah melaporkan temuan berbagai bahan lokal yang berpotensi untuk menjadi ingridien fungsional.

Lebih lengkapnya silakan baca di Foodreview Indonesia edisi Maret 2020, Pangan Fungsional: Pangan dengan Klaim Kesehatan. Pembelian & Berlangganan hubungi kami: langganan@foodreview.co.id / (0251) 8372-333 / WA 0811-1190-039. 
Newsletter: http://bit.ly/fricommunity
Search FOODREVIEW on TOKOPEDIA

Artikel Lainnya

  • Apr 16, 2021

    Eksplorasi Ingridien Pangan Lokal

    Indonesia sangat kaya akan sumber-sumber ingridien pangan. Beberapa ingridien tersebut bersifat multifungsional dan memiliki karakter yang spesifik. ...

  • Apr 15, 2021

    Empat Kategori Flavor Pangan

    saat ini ada empat kategori flavor yang sedang menjadi kecenderungan di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Keempat kategori tersebut adalah comfort flavour, nostalgic flavour, functional flavour dan millennial flavour. Comfort flavour adalah flavor yang membuat nyaman. ...

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...