The Challenge of Universal Food Quality and Safety Regime
Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Bidang
Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM, Prof. Dedi Fardiaz, dalam International
Conference on Food Science and Technology bertajuk ?The Challenge of Universal Food Quality and Safety Regime? yang diadakan di UNIKA Soegijapranata Semarang pada 31 Juli hingga 1 Agustus lalu. ?Saat ini ada
dua metode control yang penting, yakni preventive control dan law enforcement,? kata Dedi. Preventive
control merupakan prioritas pertama yang biasa diterapkan oleh industri dengan meningkatkan kepeduliannya
terhadap keamanan pangan. Sedangkan, law enforcement diterapkan jika terjadi pelanggaran terhadap
peraturan yang berlaku. Dalam kesempatan yang sama Prof Budi Widianarko, Staf pengajar Depertemen
Teknologi Pangan UNIKA Soegijapranata, menyoroti limbah yang berasal dari kemasan pangan yang ada di
Indonesia. ?Sebagian besar bahan kemasan pangan bersifat non biodegradable, terutama didominasi
oleh plastik dan laminates,? ujar Budi. Budi menyarankan untuk menggalakkan usaha recycle limbah
kemasan tersebut dengan melibatkan scavenger, community groups, waste collector, traders, dan commercial
recyclers. Extended Producer Responsibility (EPR) secara prinsip dapat digunakan untuk mengurangi beban
limbah kemasan di Indonesia. Fri-09

