The First Retortable Carton Packaging


Dunia pangan berkembang pesat dewasa ini. Industri berlomba-lomba untuk menciptakan produk sesegar mungkin dengan kemasan yang lebih praktis serta ramah lingkungan. Tetra Pak sebagai pelopor kemasan kertas, kembali memperkenalkan salah satu inovasi terbaiknya, yakni Tetra Recart sebagai alternatif pengganti kemasan kaleng.

Jika sebelumnya kemasan Tetra Pak hanya diperuntukkan pada produk yang berbentuk cairan dengan sistem aseptik, maka Tetra Recart agak berbeda. Tetra Recart merupakan kemasan kertas pertama yang dapat diretort, sehingga sangat dimungkinkan untuk melakukan sterilisasi produk bersama kemasannya. Kemampuan tersebut berasal dari inovasi bahan kemasan serta teknik forming dan sealing-nya.

 

Tetra Recart dapat mengemas produk shelf stable dengan berbagai ukuran partikel, seperti halnya produk yang dikemas menggunakan kaleng, dan glass jars atau pouches pada umumnya -seperti sayuran, tomat, makanan instan, sup, saus, bahkan pakan untuk binatang peliharaan.
Dari segi lingkungan, total carbon footprint dari Tetra Recart lebih rendah dibandingkan kemasan kompetitor seperti glass jar atau kaleng. Tidak hanya itu, Tetra Recart diproduksi dari kertas yang medapat sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC). Kertas berasal dari kayu yang merupakan sumber daya alam yang dapat diperbaharui, dan dapat didaur ulang setelah penggunaannya.
Bentuk Tetra Recart yang padat dan persegi menawarkan keunggulan dalam rantai distribusi, diantaranya efisien dalam biaya, lebih ramah lingkungan, dan praktis. Dengan bentuknya tersebut, Tetra Recart membutuhkan ruang yang lebih sedikit selama penyimpanan dan transportasi sehingga dapat mengurangi polusi dan energi. Sedangkan di tingkat ritel, produk yang dikemas dengan Tetra Recart tidak membutuhkan penanganan khusus dan konsumen dapat dengan mudah membawanya, dan menikmati produk yang lezat, alami, dan juga mudah disiapkan. Saat ini, Tetra Recart sudah dapat ditemukan di lebih 30 negara. Kemasan ini sangat tepat untuk merevitalisasi merek Anda.
 
Outstanding Performance
Berbagai keunggulan ditawarkan oleh Tetra Recart, diantaranya adalah sebagai berikut:
Renewability
Tetra Recart sangat ringan dan hanya membutuhkan sumber daya yang minimal. Ada setifikat dari FSC membuktikan bahwa, kertas bersumber dari hutan yang dikelola dengan standar lingkungan, ekonomi, dan sosial yang ketat.
Efficient Innovation
Penggunaan kemasan ini dapat menjadi solusi untuk pembaharuan merek perusahaan Anda. Pada label, dapat diletakkan berbagai pesan untuk disampaikan pada konsumen. Tetra Recart juga menawarkan harga yang kompetitif dan stabil. Mengingat industri pengguna Tetra Recart di Indonesia masih terbatas, Anda bisa menjadi pemimpin dalam melakukan inovasi penggunaan retortable carton packaging.
Logistic Efficiency
Satu truk kemasan Tetra Recart kosong, sebanding dengan sembilan truk untuk mengangkut kemasan kaleng standar. Tetra Recart ditransportasikan dalam bentuk lembaran kertas menuju pabrik. Hal ini memberikan efisiensi dari segi biaya dan energi.
Consumer Convenience
Lebih dari 100 studi di 40 negara menyebutkan, bahwa Tetra Recart adalah kemasan yang menarik dan praktis. Selain itu, juga memberikan kesan segar dan alami. Kemasan ini tidak membutuhkan alat bantu untuk membukanya, dan limbahnya lebih mudah ditangani.
Retailer Efficiency
Keunggulan bentuk yang persegi membuat Tetra Recart juga menghemat ruang di tingkat ritel. Diperkirakan dengan kemasan kertas ini, dapat menghemat 30-40% ruang ketika display, dan penyimpanan.
Recyclability
Setelah digunakan, Tetra Recart bisa didaur ulang. Dalam hal ini Tetra Pak telah banyak bekerja sama dengan banyak lembaga daur ulang dan instansi terkait lainnya, termasuk di Indonesia.
 
Tetra Recart tersedia dalam berbagai ukuran volume, mulai dari 500, 390, 340, hingga 200 ml. Dapat dipilih sesuai dengan segmen konsumen yang menjadi target. Dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya, sudah saatnya Anda menjadi yang terdepan dalam inovasi ini.
 
Oleh Tetrapak.com

 

 
 
(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Maret 2012)

 

 

Artikel Lainnya

  • Jan 23, 2021

    Strategi Percepatan Perapan Kecerdasan Buatan

    Penerapan dan adopsi teknologi digital maju seperti AI di industri pangan masih belum sesuai harapan. Banyak industri pangan saat ini berada pada posisi wait and see. Jika pesaingnya menerapkan AI, barulah dia juga akan menerapkan AI. ...

  • Jan 22, 2021

    Inovasi Kecerdasan Buatan untuk Industri Pangan

    Berbagai inovasi penggunaan kecerdasan buatan untuk pangan telah dilakukan di berbagai negara maju. Sebagai contoh, Majalah Forbes (April 2020) menyajikan artikel yang berjudul “This AI Camera Can Help Restaurants Show that Their Food is Safe from Coronavirus”. Penemuan mutakhir ini merupakan terobosan yang cukup nyata dalam industri pangan. Alat ini mampu memastikan bahwa makanan yang dihidangkan terbebas dari virus korona karena telah dipersiapkan dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini dimungkinkan karena pembuatan makanan dipantau lewat kamera yang menggunakan algoritma cerdas dan teknik image recognition. ...

  • Jan 21, 2021

    Kecerdasan Buatan untuk Industri Pangan 2021

    Saat ini digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi bisnis dan industri. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan robot mampu melaksanakan berbagai tugas lebih cepat dan lebih baik (presisi) dari pada manusia. Walaupun atmosfir digitalisasi di industri pangan sudah terasa sejak dicanangkannya program “Making Indonesia 4.0” beberapa tahun lalu, namun penerapannya masih belum memuaskan. Diperkirakan baru sekitar 5-10% industri pangan yang sudah melaksanakan program digitalisasi. Selebihnya baru pada tahap pengenalan (familiarisasi) atau bahkan belum mengenal digitalisasi sama sekali. Padahal kalau kita bandingkan dengan luar negeri, negara kita masih jauh tertinggal dalam proses digitalisasi. ...

  • Jan 20, 2021

    Kinerja Pangan Strategis

    Dari sisi suplai, sektor pertanian mencatat pertumbuhan positif dan menjadi bantalan (cushion) di tengah resesi ekonomi Indonesia. Sektor pertanian tumbuh 2,19 dan 2,15% (y-on-y) dan pada Q2 dan Q3- 2020. ...

  • Jan 19, 2021

    Pola Konsumsi Masa Pandemi

    Sepanjang tahun 2020, komponen sisi pengeluaran seluruhnya mengalamai kontraksi, kecuali pengeluaran pemerintah yang mengalami pertumbuhan 9,76% (y-o-y) pada Q3-2020. Pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga masih terkontraksi minus 4,04%, pengeluaran konsumsi LNPRT (Lembaga non-profit yang melayani rumah tangga) juga minus 2,12%, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) negatif 6,48%, ekspor negatif 10,82%, dan impor lebih parah sampai minus 21,86%. ...