Upaya Penanggulangan Cemaran Mikotoksin pada Komoditas Pangan Indonesia



Kendala pencegahan cemaran mikrotoksin terutama adalah fasilitas pasca panen dan proses produksi yang belum memadai serta tingkat pengetahuan terkait dengan mikotoksin oleh petani, pedagang, UMKM serta masyarakat pada umumnya yang masih sangat rendah. Sehingga cara penanggulangan yang paling penting adalah dengan perbaikan fasilitas serta peningkatan kepedulian terhadap cemaran aflatoksin yang tentu saja perlu campur tangan pemerintah.

Perlu dilakukan kegiatan yang terintegrasi antara pemerintah, pelaku bisnis, petani, termasuk perguruan tinggi.   Perbaikan fasilitas pasca panen di level petani sangat kecil kemungkinannya sehingga perlu ada campur tangan dari pemerintah dan industri untuk bekerja sama dengan para petani.  Industri perlu turun tangan dalam rangka penyediaan bahan dasar yang berkualitas dan aman bagi industri, seperti yang sudah terjadi di beberapa industri berbasis kacang tanah.  Bahkan industri bekerja sama dengan lembaga pemerintah yaitu Badan Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (BALITKABI) untuk menyediakan benih kacang tanah yang unggul yang tahan terhadap serangan mold penghasil mikotoksin. 

Lebih lengkapnya silahkan baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi "Food Safety By Design", November 2017

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...