Upaya Penanggulangan Cemaran Mikotoksin pada Komoditas Pangan Indonesia



Kendala pencegahan cemaran mikrotoksin terutama adalah fasilitas pasca panen dan proses produksi yang belum memadai serta tingkat pengetahuan terkait dengan mikotoksin oleh petani, pedagang, UMKM serta masyarakat pada umumnya yang masih sangat rendah. Sehingga cara penanggulangan yang paling penting adalah dengan perbaikan fasilitas serta peningkatan kepedulian terhadap cemaran aflatoksin yang tentu saja perlu campur tangan pemerintah.

Perlu dilakukan kegiatan yang terintegrasi antara pemerintah, pelaku bisnis, petani, termasuk perguruan tinggi.   Perbaikan fasilitas pasca panen di level petani sangat kecil kemungkinannya sehingga perlu ada campur tangan dari pemerintah dan industri untuk bekerja sama dengan para petani.  Industri perlu turun tangan dalam rangka penyediaan bahan dasar yang berkualitas dan aman bagi industri, seperti yang sudah terjadi di beberapa industri berbasis kacang tanah.  Bahkan industri bekerja sama dengan lembaga pemerintah yaitu Badan Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (BALITKABI) untuk menyediakan benih kacang tanah yang unggul yang tahan terhadap serangan mold penghasil mikotoksin. 

Lebih lengkapnya silahkan baca di FOODREVIEW INDONESIA edisi "Food Safety By Design", November 2017

Artikel Lainnya