Pelabelan untuk Produk Pangan Mengandung Komponen Alergen



Di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Australia, Jepang ,dan Cina, industri pangan menerapkan sistem pelabelan yang secara khusus menetapkan informasi alergen harus dicantumkan untuk mengurangi risiko alergi pada konsumen. Namun, beberapa komponen pada produk pangan juga sulit untuk diidentifikasi sumber alergennya atau tersembunyi. Untuk itu, beberapa penelitian dan pengembangan untuk mengurangi maupun menghilangkan alergen pada produk pangan terus diupayakan. Biasanya, industri pangan menggunakan beberapa metode seperti hidrolisis enzimatis, modifikasi gen, dan metode fisik (Shriver dan Yang, 2011). Produk pangan dengan alergen biasanya digunakan metode hidrolisis enzimatis. Meskipun metode tersebut memiliki kemampuan dalam perubahan sensitivitas, mempertimbangkan kualitas produk pangan dan penerimaan konsumen, proses proteolisis tersebut menyebabkan beberapa efek negatif pada struktur produk pangan dan karakteristik organoleptik. 

Selengkapnya silakan baca Foodreview Indonesia edisi April 2018 "Food Safety Is A Must". Hubungi langganan@foodreview.co.id atau 0251 8372 333, WA 0811 1190 039.

Artikel Lainnya

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...

  • Mar 25, 2021

    Formulasi dan Fungsionalitas Snack Bars

    Tren kesehatan dan kebugaran pada produk pangan meningkat pesat pada beberapa tahun terakhir karena konsumen beralih dengan lebih memilih produk yang melalui sedikit proses (less-processed) dan lebih alami/organik dibandingkan produk regular.  ...

  • Mar 24, 2021

    Teknologi Snack Bars Ubi Jalar dan Kacang-kacangan

    Snack bars dapat dibuat dari bahan selain tepung gandum, oats dan granola, yaitu tepung ubi jalar, tepung kedelai dan tepung kacang hijau. Laboratorium Pengolahan Pangan, Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian telah melakukan riset dan pengembangan teknologi snack bars yang dibuat dari bahan pangan lokal.  ...