Perubahan warna dan flavor pada proses alkalisasi kakao



Bahan yang terdapat dalam nib kakao yang menimbulkan warna adalah monomer dan polimer hidroksi fenol (tannin). Selain itu, terdapat juga hampir 800 senyawa flavonoid selama fermentasi dan pengeringan biji kakao. 

Senyawa-senyawa tersebut mengandung senyawa hidroksil dan disebut poli-hidroksifenol. Pada reaksi alkalisasi, terjadi reaksi kondensasi di mana akan terbentuk molekul-molekul besar. Makin besar molekulnya,warna akan tambah gelap. Perbedaan biji kakao dari berbagai negara sangat penting dalam menentukan warna bubuk kakao. Biji dari Kamerun amenghasilkan warna kakao kemerah-merahan sedangkan biji dari Bahia  dan San Thome akan menghasilkan kakao berwarna gelap.

Adapun pembentukan rasa, pada proses alkalisasi, kadar pirazin akan naik dimulai pada pH 7. Jadi kalau alkalisasi dilakukan sampai pH 8, maka kadar pirazin akan jauh lebih banyak dari  asalnya. Proses alkalisasi juga mengubah kadar flavonoid dalam kakao. Kadar pirazin dan senyawa flavonoid tersebut sangat penting dalam pembentukan flavor.

Lebih lengkapnya silakan baca di Foodreview Indonesia edisi Mei 2015: Confectionery, Bitter Sweet Appeal of Chocolate.
Pembelian & Berlangganan hubungi kami : langganan@foodreview.co.id / 0251 8372 333 / WA 0811 1190 039

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...