Kebijakan OSS untuk Hadapi Era Industri 4.0


 

Industri pangan merupakan industri prioritas yang menyumbang 36% kontribusi terhadap PDB. Dalam rangka mencapai era industri 4.0, industri pangan diproyeksikan untuk dapat meningkatkan kapasitas produksinya sebanyak 20% melalui penggunaan perangkat lunak dalam proses manajemennya. Salah satu perangkat lunak yang sedang dikembangkan untuk kepentingan tersebut adalah sistem online single submission (OSS).

Sistem OSS adalah sistem perangkat lunak terintegrasi yang memudahkan pelaku usaha untuk mendapatkan izin dan legalitas atas produknya. Pendaftaran identitas perusahaan dalam sistem OSS dapat digunakan untuk memperoleh nomor induk berusaha (NIB).

"NIB yang telah diperoleh dapat berlaku sebagai tanda daftar perusahaan (TDP), angka pengenal impor (API), hak akses kepabeanan, dan sarana pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan maupun Kesehatan dari RPTKA," jelas Staf Khusus Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Edy Putra Irawady dalam Member Gathering GAPMMI Dialog Bersama Pemerintah: Tantangan Industri Makanan dan Minuman Menuju Era Industri 4.0 di Jakarta pada 20 Agustus 2018.

Sistem OSS sebagai suatu bentuk persiapan dalam mencapai era industri 4.0 merupakan sistem dengan banyak kemudahan dalam akses ke berbagai instansi pemerintah terkait legalitas industri pangan. Sistem OSS dapat diakses 7x24 jam dan berdasar data per 16 Agustus 2018, jumlah NIB yang telah diterbitkan melalui sistem OSS telah mencapai 17.032 perusahaan. Fri-36.

Artikel Lainnya

  • Jan 26, 2021

    Tantangan Industri Halal

    Tantangan saat ini yang dihadapi oleh industri halal memang terkait dengan rantai pasokan bahan halal. Hasil pertanian merupakan salah satu hal terpenting dalam rantai pasok pangan. Dengan adanya pasokan hasil pertanian yang memadai dan stabil, maka akan terjadi kestabilan harga pasokan hasil pertanian. ...

  • Jan 25, 2021

    Industri Pangan Halal: Harapan Ekonomi Indonesia

    Kebutuhan pangan yang cukup besar di Indonesia dan mayoritas penduduk muslimnya, menjadikan peluang pasar pangan halal sangat besar di Indonesia. Dengan adanya kebutuhan pangan halal yang cukup besar, maka Indonesia perlu memiliki pasokan bahan mentah yang cukup besar dan rantai pasok pangan halal yang cukup memadai. Hal inilah yang menjadi penting penjaminan kehalalan produk tidak hanya sebatas finished good-nya namun juga rantai pasoknya. Dengan demikian peluang industri halal di Indonesia tidak hanya sebatas finished good namun juga rantai pasok pangan halal. ...

  • Jan 24, 2021

    Rantai Pendingin Industri Pangan 2021

    Biaya logistik nasional untuk produk barang konsumen dan pangan masih terbilang tinggi, rerata 26% dari PDB nasional. Hal ini memerlukan pengelolaan platform dari hulu ke hilir atau dari first mile ke last mile, yang lebih lanjut dapat disebut sebagai Cold Chain Logistics Platform. ...

  • Jan 23, 2021

    Strategi Percepatan Perapan Kecerdasan Buatan

    Penerapan dan adopsi teknologi digital maju seperti AI di industri pangan masih belum sesuai harapan. Banyak industri pangan saat ini berada pada posisi wait and see. Jika pesaingnya menerapkan AI, barulah dia juga akan menerapkan AI. ...

  • Jan 22, 2021

    Inovasi Kecerdasan Buatan untuk Industri Pangan

    Berbagai inovasi penggunaan kecerdasan buatan untuk pangan telah dilakukan di berbagai negara maju. Sebagai contoh, Majalah Forbes (April 2020) menyajikan artikel yang berjudul “This AI Camera Can Help Restaurants Show that Their Food is Safe from Coronavirus”. Penemuan mutakhir ini merupakan terobosan yang cukup nyata dalam industri pangan. Alat ini mampu memastikan bahwa makanan yang dihidangkan terbebas dari virus korona karena telah dipersiapkan dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini dimungkinkan karena pembuatan makanan dipantau lewat kamera yang menggunakan algoritma cerdas dan teknik image recognition. ...