Industri Minuman Ringan Targetkan Pertumbuhan Positif di Akhir Tahun



Industri minuman ringan menjadi salah satu penyumbang investasi terbesar di kwartal III tahun 2018. Pelaku industri minuman ringan optimistis bakal meraih kinerja positif sampai akhir tahun ini. Mengingat bahwa pada tahun lalu, sepanjang tahun 2017 industri ini mengalami penurunan sebanyak 1%. Ketua Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Triyono Pridjosoesilo, dalam sebuah seminar yang diselenggarakan dalam rangkaian acara Plastics and Rubber Indonesia 2018 di Jakarta pada 14 Nopember 2018 menyatakan, penurunan ini salah satunya diakibatkan oleh penurunan daya beli masyarakat akibat perubahan konsumsi. "Saat ini, masyarakat memilih mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain yang dianggap lebih penting, lebih memberikan kenyamanan, contohnya untuk wisata dan membeli alat telekominikasi," ungkapnya.

Namun, sepanjang awal tahun ini permintaan mulai positif kembali walaupun tidak terlalu tinggi, yaitu sekitar 2%. Kendati sudah mengalami peningkatan di tahun ini, Triyono mengungkapkan bahwa Industri minuman belum bisa meningkatkan pertumbuhan seperti beberapa tahun sebelumnya. Baik pemerintah maupun industri berharap pertumbuhan positif ini akan terus diraih sampai akhir tahun. "Kami optimistis masih bisa positif di akhir tahun, sekitar 2%-3%, karena melihat momen natal dan tahun baru ini saya berharap bisa meningkatkan daya beli masyarakat," pungkasnya. Fri-37

Artikel Lainnya