Reformulasi untuk Hasilkan Produk Pangan Bergizi dan Berkelanjutan


Indonesia masih menghadapi beban ganda gizi buruk dengan tingkat kekurangan gizi yang tinggi bersamaan dengan meningkatnya angka obesitas dan penyakit tidak menular (PTM) lainnya. Terdapat berbagai faktor penyebab fenomena tersebut, namun salah satunya adalah konsumsi pangan dengan zat gizi yang tidak sesuai kebutuhan. Sebagai penyedia bahan pangan, industri pangan memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan status gizi konsumen Indonesia melalui reformulasi.

 

"Reformulasi didefinisikan sebagai perancangan ulang produk pangan olahan yang ada dengan tujuan menjadikannya lebih sehat.  Konsep reformulasi makanan pada awalnya didasarkan pada penargetan bahan pangan tertentu, yang dianggap berbahaya bagi kesehatan termasuk gula, garam, dan lemak jenuh. Pada tahun-tahun terakhir, konsep reformulasi telah berkembang, karena disadari bahwa proses mendesain ulang produk pangan dapat memiliki manfaat kesehatan tambahan," terang Policy Director Food Industry Asia (FIA) Steven Bartholomeusz dalam acara Foodlogue dengan tema Healthier Product Reformulation yang diselenggarakan di Jakarta pada 5 Februari 2020.

Steven menambahkan, memformulasi ulang juga dapat menjadi pilihan yang baik untuk meningkatkan keberlanjutan suatu produk pangan, dengan memasukkan bahan-bahan yang dianggap sebagai “limbah” dan kurang dimanfaatkan ke dalam rantai pangan.

 "Jadi, reformulasi memiliki peluang realistis untuk memberikan pilihan pangan yang lebih sehat, bergizi, dan berkelanjutan kepada konsumen serta mampu meningkatkan kesehatan masyarakat," pungkas Steven. Fri-37

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...