
Sebagai pelaku bisnis, kemampuan berinovasi untuk menciptakan produk dengan karakteristik baru atau berbeda yang menawarkan manfaat baru atau tambahan kepada konsumen menjadi suatu kebutuhan. Hal tersebut meliputi modifikasi produk yang sudah ada atau formulasi produk yang sama sekali baru yang memenuhi sebuah keinginan pelanggan baru atau market niche. Salah satu yang menjadi celah perkembangan teknologi dalam bidang pangan adalah aplikasi nanoteknologi.
Raphael Aswin Susilowidodo dari PT Kalbe Farma mengungkapkan, industri farmasi dan pangan di Indonesia membutuhkan penerapan teknologi yang advanced (termasuk nanoteknologi) untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan misi-nya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. "Beberapa peluang aplikasi nanoteknologi bidang pangan yang dibutuhkan industri diantaranya dalam peningkatan distribusi gizi, inovasi dalam teknologi perisa, pengemasan pangan dan teknologi dalam keamanan pangan dan mikrobiologi dalam lahan produksi. Namun demikian, dalam pandangan sebagian besar industri teknologi dan produk nanoteknologi yang tersedia baru berasal dari luar negeri," kata Raphael ketika menjadi narasumber dalam lokakarya tentang nanoteknologi di Cimanggu Bogor, pada 13 Juni lalu.
Kendala yang dihadapi dalam bekerja sama dengan institusi di luar negeri juga cukup banyak, khususnya yang terkait dengan kelayakan bisnis, regulasi, dan sebagainya. Untuk itu, Raphael menyarankan agar teknologi tersebut dapat diperoleh dari dalam negeri, melalui kerja sama dengan institusi R & D di perguruan tinggi dan non perguruan tinggi. Teknologi yang dibutuhkan untuk pengembangan nanoteknologi, urainya berupa pengembangan teknologi untuk produksi nanopartikel, teknologi sintesis dan pelengkap material nanostrukturm serta teknologi untuk mengkarakterisasi bahan nanopartikel.
Raphael juga memberika gambaran beberapa celah yang dapat dimasuki oleh pengembang pangan terkait dengan aplikasi nanoteknologi dapat tercakup dalam lingkup health misal dengan peningkatan distribusi nutrient dalam tubuh, serta identifikasi bakteri, lingkup convenience misal dengan meningkatkan barrier pada kemasna pangan dan meningkatkan proteksi produk, serta dalam lingkup indulgence dengan peningkatan kualitas perisa pangan. Ia juga menjabarkan beberapa kendala yang selama ini dialami sebagai periset di dalam lingkup industri yang perlu diatasi misalnya sharing informasi secara reguler dari institusi-institusi penelitian ke industri yang mungkin bisa difasilitasi lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dan dalam pelaksanaan kerja sama, project management, khususnya pemenuhan tenggat waktu menjadi sangat penting dalam industri swasta.FRI-35 (Icha)

