Ingredients Innovation for Seafood Products


 

 

Tren pengembangan pangan fungsional berkembang dengan pesat. Hal ini juga terjadi pada produk seafood. Banyak industri seafood yang berusaha memperpanjang umur simpan dan menjaga kesegaran produknya melalui berbagai cara, mulai dari penyimpanan dingin hingga penambahan aditif. Budenheim mendukung hal tersebut dengan melakukan inovasi terkini, salah satunya dengan BeNATUR™. Food is one of the areas in which people are making the greatest efforts to achieve this improvement. This is borne out by the huge number of ‘functional foods’ that can now be seen on the market (those that have some kind of beneficial effect on health in addition to their nutritional function), as well as the appearance of ‘clean-label’ foods without conventional additives. Today, the food manufacturing industry, well aware of this demand from consumers, is engaged in a continuous quest to equip itself with the right technology to achieve these kinds of foodstuffs.

Seafood products are not immune from these new trends. Today, most seafood products on the market have been treated with some form of additive to extend their commercial life and stabilise or manage the humidity of the product itself during its processing, freezing and sale. This is due to the fact that during these stages they lose a great deal of nutrient-rich water, which alters their organoleptic properties, essentially taste and texture.
 
In view of this, over the last few years BUDENHEIM has focused its efforts on developing new products from natural sources. The result of this research is the birth of a new product family known as BeNATUR™.
100% NATURAL
gallery/graph.jpg
products are functional, healthy, biodegradable and environmentally-friendly. BeNATUR™ is thus a new product concept that will allow the food industry to offer consumers high quality value-added products without resorting to the use of conventional additives.
The first product to spearhead this family, is BeNATUR™ CPS 10.
BeNATUR™ CPS 10 is made from 100% natural ingredients sourced from corn that is transformed, using biotechnological processes, into a natural extract classified as a flavour compound, but which also has some interesting additional functions. The most notable of these are its excellent capacity to stabilise humidity, maintain the natural flavour of the foods and imbue them with an outstanding texture.
In addition, BeNATUR™ CPS 10 does not include any substances regarded as allergens and all its ingredients are non-GMO certified (i.e. not genetically modified).
The graph shown here offers a very representative example of consumers’ opinions of the results obtained from using BeNATUR™ CPS 10 in cooked white shrimp (P. Vanammei). The results are compared with their views of natural (i.e. untreated) products and those treated with conventional additives.
In the graph (picture 1) you can see that both the shrimp treated with BeNATUR™ CPS 10 and the shrimp treated with conventional additives achieved the top scores, especially in terms of juiciness and texture. However, a “natural” shrimp without any form of treatment is very far removed from what consumers
expect. Although the shrimp treated with salt only managed to achieve “acceptable” results, the results of the shrimp treated with BeNATUR™ CPS 10 were considerably higher.
Thus as well as being natural, safe and healthy, BeNATUR™ CPS 10 also offers an alternative for processors who are keen to satisfy these new consumer demands by offering the added value of excellent texture, juiciness and flavour.
Further information about Budenheim on: www.budenheim.com
 
(FOODREVIEW INDONESIA | VOL. VII/NO. 4/APRIL 2012)

 

Artikel Lainnya

  • Mar 08, 2021

    Aplikasi HFCS pada Produk Pangan

    Dibandingkan dengan sukrosa, HFCS memiliki profil tingkat kemanisan yang lebih tinggi, profil rasa yang lebih stabil, dan memiliki kelarutan yang tinggi sehingga sangat mudah diaplikasikan pada berbagai spektrum produk pangan. HFCS secara tradisional biasa digunakan untuk minuman (kopi, jus, minuman ringan, minuman energi, minuman isotonik, varian teh, dan minuman jeli), tetapi dalam perkembangannya, HFCS juga digunakan untuk aplikasi lainnya seperti snack dan bakeri (pastri, selai, isian buah, dan buah dalam kaleng), serta produk dairy (es krim). ...

  • Feb 28, 2021

    Penjaminan Keamanan Pangan Produk UKM

    Untuk menjamin keamanan suatu produk pangan, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di bidang pangan disarankan untuk menerapkan sistem jaminan mutu keamanan pangan yang bersifat sistematis dan didasarkan pada prinsip-prinsip yang ditujukan untuk mengidentifikasi adanya bahaya yang mungkin timbul pada setiap tahap dalam rantai produksi pangan. Adanya sistem tersebut dimaksudkan sebagai suatu upaya pengendalian demi mencegah timbulnya ancaman yang mungkin terjadi. ...

  • Feb 27, 2021

    Tantangan Formulasi Plant-based Meat

    Semenjak pasar vegan dan vegetarian terus bermunculan, permintaan akan produk plant-based meat juga mengalami peningkatan. Salah satu alasan paling mendasar dari konsumsi plant-based meat bagi pelaku vegan dan vegetarian berkaitan dengan aspek etik, keberlanjutan, serta kesehatan. Belakangan, tren mengonsumsi plant-based meat juga semakin meluas pada konsumen nonvegan dan vegetarian seperti kelompok fleksitarian. Kelompok ini memiliki pola konsumsi yang mengurangi pangan hewani dan memperbanyak konsumsi pangan nabati. ...

  • Feb 26, 2021

    Revisi Prinsip Umum Higiene Pangan Codex (CXC 1-1969)

    Di tahun 1969 CCFH mengeluarkan dokumen CXC 1-1969 yang berjudul General Principles of Food Hygiene yang dilengkapi dengan Lampiran tentang Codex Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) atau Sistem Analisa Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis. Sejak diadopsi pertama kali pada tahun 1969, CXC 1-1969 telah mengalami beberapa kali revisi, di mana revisi terakhir dilakukan pada tahun 2013. Dokumen ini dijadikan kiblat manajemen keamanan pangan dan tepat di tahun 2020 dokumen CXC 1-1969 direvisi. Karena itu, baik industri maupun institusi pemerintahan yang mengatur sistem manajemen keamanan pangan tentu saja harus menyesuaikan berbagai perubahan dalam revisi dokumen CXC 1-1969 ini. ...

  • Feb 25, 2021

    Logo Pilihan Lebih Sehat pada Minuman Siap Konsumsi

    Minuman siap konsumsi mencakup antara lain susu plain, susu rasa, susu berperisa, minuman susu, minuman mengandung susu, minuman susu fermentasi, minuman cokelat, minuman kedelai, sari kedelai, sari buah, sari sayur, minuman berperisa berkarbonat, minuman berperisa tidak berkarbonat, minuman sari kacang hijau, dan minuman botanikal/minuman rempah. Profil gizi untuk minuman siap konsumsi harus memenuhi persyaratan kandungan gula maksimum 6g/100 ml. Gula dihitung sebagai total monosakarida dan disakarida, tidak termasuk laktosa. Selain itu, pencantuman ini tidak boleh menggunakan BTP Pemanis sebagai upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk dapat mengurangi kesukaan untuk konsumsi yang manis. ...