Tren Premix dalam Industry Bakery


 

Tren Premix dalam IndustKonsep premix adalah alternatif bagi para pengusaha bakery untuk membantu menemukan ide-ide baru bagi produknya, dengan cara customize produk-produk yang mereka inginkan kepada para pengusaha premix.
Ada beberapa keuntungan dalam penggunaan premix diantaranya:
1. Memberikan kualitas
dan konsistensi hasil produk
Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan dipilih dan dikontrol secara ketat, sehingga memungkinkan kegagalan produksi terhindari, serta akan memberikan konsistensi terhadap produk akhir.
2. Kemudahan dan fleksibilitas
Dalam hal ini, dengan adanya premix akan menyederhanakan pekerjaan baker, misalnya meminimalkan waktu pemilihan bahan, penimbangan bahan, serta penggunaan peralatan.
Selain itu para baker dapat mengaplikasikan dari satu bahan premix menjadi berbagai produk akhir tetapi masih tetap mempertahankan cara kerja yang biasa mereka gunakan.
Konsep dari premix itu sendiri akan memberikan kemudahan karena prosedur rumit seperti dalam metode tradisional (penimbangan bahan, seleksi bahan,pemisahan bahan) serta reliabilitas produk atau meminimalisasi risiko kesalahan atau kegagalan produksi karena kelalaian dalam persiapan dan pembuatan. Semakin berkembangnya tehnologi bakery serta persaingan yang cukup kompetitif sekarang ini, para pengusaha premix dituntut juga untuk terus mengembangkan produk-produk mereka untuk menjadi andalan dan memiliki daya tarik dan daya jual yang tinggi.
Perkembangan premix saat ini sudah makin berkembang, ini terbukti dengan semakin banyaknya produk-produk premix yang beredaran di pasaran, baik yang skala rumah tangga ataupun industri. Berbagai merk sudah banyak ditemui pasaran, baik di toko-toko bahan kue atau pun di supermarket, bakhan untuk skala industri juga sudah banyak beredar baik dari perusahaan yang sudah lama atau pun perusahaan baru. Selain bakery dan rumah tangga yang menggunakan premix, di bisnis HOREKA juga sudah banyak yang menggunakannya.
Tidak hanya produk impor yang banyak di pasaran dalam negeri, premix lokal pun sudah banyak beredar dan bersaing dengan produk-produk import, bahkan perusahaan lokalpun sudah bisa tembus pasar ekspor. Berbagai premix yang sudah banyak beredar di pasaran indonesia sekarang ini yang berskala industry atau premix rumah tangga baik itu produk lokal atau luar diantaranya, Bread premix seperti roti manis, pastry, roti-roti Eropa, bak pao, mantau, roti, pizza, donut, bun burger, dan lainnya, cake premix seperti sponge cake, muffin, black forest, lapis surabaya, lapis legit, bolu kukus, pan cake, waffle, selain itu ada juga premix untuk ice cream, puding dan masih banyak yang lainnya.
Dengan makin diminatinya konsep premix, maka para pengusaha premix sekarang makin giat-giatnya untuk lebih mengembangkan produk-produk andalan mereka untuk mempu memberikan pilihan lain bagi para pengusaha bakery atau para ibu rumah tangga, dengan tujuan memberikan suatu kemudahan dalam pembuatan produk-produk bakery.
Para pengusaha akan menawarkan solusi yang baik untuk menjawab kebutuhan pasar, dapat menyediakan resep-resep yang kreatif, mudah dan cepat untuk di buat dan diaplikasikan, terkadang para pengusaha bakery meminta pengusaha premix untuk mengcustomize produk mereka dengan system premix, ini dengan tujuan efisiensi serta keamanan akan produk yang mereka produksi. Konsep yang mereka tawarkan hampir sama yaitu memberikan kemudahan bagai para dunia bakery untuk lebih mudah dan cepat dalam membuat sebuah produk bakery.
Secara teknis memang premix lebih mudah dan efisiensi waktu dalam menggunakannya, karena tidak lagi menggunakan proses panjang atau cara tradisonal dalam membuat suatu produk bakery, mereka cukup menambahkan satu atau dua macam bahan tambahan ke dalam premix dan siap untuk dibuat suatu produk bakery. Misalnya dalam membuat donut, mereka cukup menambahkan yeast, margarine dan air, tidak perlu repot-repot lagi untuk menyediakan dan menimbang bahan-bahan lainnya seperti telur, garam, gula, serta bahan lainnya yang mungkin dibutuhkan untuk satu resep bakery. Tapi terkadang harga premix biasanya akan lebih tinggi dari costing resep manual, karena sudah pasti dengan konsep premix sudah melalui jalur second production terlebih dahulu, jadi jangan heran kalau kita bandingkan resep manual akan lebih murah dibanding premix.
 
 
 
 
Oleh
J.K. Santoni
Bakery Technical Coordinator
PT Saf Indonusa
 

(FOODREVIEW INDONESIA Edisi Juli 2011)

Artikel Lainnya

  • Mar 08, 2021

    Aplikasi HFCS pada Produk Pangan

    Dibandingkan dengan sukrosa, HFCS memiliki profil tingkat kemanisan yang lebih tinggi, profil rasa yang lebih stabil, dan memiliki kelarutan yang tinggi sehingga sangat mudah diaplikasikan pada berbagai spektrum produk pangan. HFCS secara tradisional biasa digunakan untuk minuman (kopi, jus, minuman ringan, minuman energi, minuman isotonik, varian teh, dan minuman jeli), tetapi dalam perkembangannya, HFCS juga digunakan untuk aplikasi lainnya seperti snack dan bakeri (pastri, selai, isian buah, dan buah dalam kaleng), serta produk dairy (es krim). ...

  • Feb 28, 2021

    Penjaminan Keamanan Pangan Produk UKM

    Untuk menjamin keamanan suatu produk pangan, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di bidang pangan disarankan untuk menerapkan sistem jaminan mutu keamanan pangan yang bersifat sistematis dan didasarkan pada prinsip-prinsip yang ditujukan untuk mengidentifikasi adanya bahaya yang mungkin timbul pada setiap tahap dalam rantai produksi pangan. Adanya sistem tersebut dimaksudkan sebagai suatu upaya pengendalian demi mencegah timbulnya ancaman yang mungkin terjadi. ...

  • Feb 27, 2021

    Tantangan Formulasi Plant-based Meat

    Semenjak pasar vegan dan vegetarian terus bermunculan, permintaan akan produk plant-based meat juga mengalami peningkatan. Salah satu alasan paling mendasar dari konsumsi plant-based meat bagi pelaku vegan dan vegetarian berkaitan dengan aspek etik, keberlanjutan, serta kesehatan. Belakangan, tren mengonsumsi plant-based meat juga semakin meluas pada konsumen nonvegan dan vegetarian seperti kelompok fleksitarian. Kelompok ini memiliki pola konsumsi yang mengurangi pangan hewani dan memperbanyak konsumsi pangan nabati. ...

  • Feb 26, 2021

    Revisi Prinsip Umum Higiene Pangan Codex (CXC 1-1969)

    Di tahun 1969 CCFH mengeluarkan dokumen CXC 1-1969 yang berjudul General Principles of Food Hygiene yang dilengkapi dengan Lampiran tentang Codex Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) atau Sistem Analisa Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis. Sejak diadopsi pertama kali pada tahun 1969, CXC 1-1969 telah mengalami beberapa kali revisi, di mana revisi terakhir dilakukan pada tahun 2013. Dokumen ini dijadikan kiblat manajemen keamanan pangan dan tepat di tahun 2020 dokumen CXC 1-1969 direvisi. Karena itu, baik industri maupun institusi pemerintahan yang mengatur sistem manajemen keamanan pangan tentu saja harus menyesuaikan berbagai perubahan dalam revisi dokumen CXC 1-1969 ini. ...

  • Feb 25, 2021

    Logo Pilihan Lebih Sehat pada Minuman Siap Konsumsi

    Minuman siap konsumsi mencakup antara lain susu plain, susu rasa, susu berperisa, minuman susu, minuman mengandung susu, minuman susu fermentasi, minuman cokelat, minuman kedelai, sari kedelai, sari buah, sari sayur, minuman berperisa berkarbonat, minuman berperisa tidak berkarbonat, minuman sari kacang hijau, dan minuman botanikal/minuman rempah. Profil gizi untuk minuman siap konsumsi harus memenuhi persyaratan kandungan gula maksimum 6g/100 ml. Gula dihitung sebagai total monosakarida dan disakarida, tidak termasuk laktosa. Selain itu, pencantuman ini tidak boleh menggunakan BTP Pemanis sebagai upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk dapat mengurangi kesukaan untuk konsumsi yang manis. ...