Jamu Brand Indonesia Di Agro & Food 2013




Agro & Food Expo 2013 kembali digelar di Hall B Jakarta Convention Center Jakarta (JCC) pada 23-26 Mei lalu. Menteri Pertanian, Dr. Ir. Suswono, membuka pameran yang sudah terselenggara selama 13 kali ini. Suswono mengatakan, tema yang diusung tahun ini adalah Jamu Brand Indonesia.

“Tema ini diangkat karena seperti yang diketahui jamu adalah produk dari tanaman obat Indonesia yang memiliki nilai historis dan juga merupakan ciri khas bangsa Indonesia. Selain itu kita juga ingin jamu sebagai produk nasional yang dapat mengangkat harkat dan martabat Indonesia di dunia Internasional ” ujar Suswono saat meberikan sambutan.

Suswono juga mengemukakan, nilai ekspor rempah saat ini menduduki posisi keempat terbesar dari seluruh produk pertanian Indonesia yang diekspor ke luar negeri. “Rempah Indonesia menyumbang 9% dari total pasar rempah dunia. Lada dan pala merupakan produk unggulan ekspor Indonesia. Bahkan lada mendapat julukan King of Spices, karena merupakan produk rempah terkuat dan terpenting dalam perdagangan internasional ”.

Pameran Agro & Food 2013 yang diikuti oleh 300 peserta dari Indonesia, China dan Taiwan yang menampilkan berbagai komoditas pertanian unggulan, diharapkan mampu mempromosikan produk-produk pertania dan makanan dalam negeri. Adapun produk-produk yang ditampilkan pada pameran adalah komoditas unggulan, seperti cokelat, kopi, teh, rempah-rempah, produk pangan, produk herbal dan obat-obatan, produk kehutanan, peternakan, kelautan dan perikanan, serta alat pertanian.

Agro & Food Expo merupakan pameran Agribisnis yang terbesar di Indonesia, diselenggarakan setiap tahunnya sejak 2001. Pameran ini diharapkan turut mendukung tercapainya program kemandirian pangan, yakni Swasembada Pangan 2014. Disela-sela pameran diadakan beberapa talk show diantaranya oleh DirJen Tanaman Pangan tentang pengembangan agribisnis pangan alternatif, Mustika Ratu, dan Sidomuncul yang diikuti beberapa mahasiswa dan peserta pameran. Agro & Food Expo 2013 ini juga dilaksanakan bersamaan dengan Gebyar Wisata & Budaya Nusantara (GWBN) 2013. Afrilia

Artikel Lainnya