BPOM Isyaratkan, Nomor Ijin Edar Mutlak Ada di Semua Produk Pangan Olahan



Menanggapi berita yang menjadi viral di masyarakat terkait bubur bayi instan merek Bebiluck, Badan POM RI akhirnya mengadakan sebuah sosialisasi berupa workshop bagi para ibu dan produsen makanan bayi tentang makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) di Jakarta (10/11/2016).Sebelumnya dikabarkan, BPOM menyegel sebuah usaha pembuatan MP-ASI instan di daerah Serang karena belum memiliki ijin edar. Setelah dilakukan penyelidikan ternyata menurut BPOM produk MP-ASI instan tersebut berbahaya, karena mengandung bakteri E. coli dan Coliform. 
 
Padahal menurut Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito, seharusnya makanan bayi yang termasuk ke dalam kelompok makanan berisiko tinggi ini harus aman, bebas cemaran kimia, biologi dan fisik. Dengan alasan itulah BPOM akhirnya menarik semua produk dengan merek tersebut dan menghentikan produksi Bebiluck hingga produsen terkait mengurus ijin edar dan memperbaiki sarana produksinya.
 
Hal ini menjadi kontroversi di masyarakat setelah produsen Bebiluck mengeluarkan siaran berita dan menyangkal tuduhan BPOM. Menurut Lutfiel Hakim, Direktur Utama PT Hassana Boga Sejahtera (pemiliki merek Bebiluck), mereka hanya belum memiliki ijin edar. Lutfiel menyangkal tuduhan BPOM mengenai keberadaan bakteri berbahaya. Lutfiel mengklaim produk yang mereka produksi aman dan negatif dari bakteri patogen seperti yang diberitakan, hal ini dibuktikan dengan hasil uji dari laboratorium independen. 
Selain itu, Bebiluck juga telah mendapatkan sertifikat halal dari LPPOM MUI. Hanya saja Lutfiel mengeluhkan birokrasi saat pengurusan ijin edar BPOM yang dinilai sangat ruwet, itulah sebabnya hingga kini izin edar yang Ia urus dari awal tahun hingga terjadi penggerebekan belum juga ia dapatkan. Penny K. Lukito menekankan, bahwa produk pangan olahan yang beredar di pasaran wajib memiliki ijin edar dari BPOM. Dari sini BPOM bisa memantau, memeriksa, mengevaluasi, dan mengawasi produk yang beredar di masyarakat, termasuk untuk produk makanan bayi yang berisiko tinggi. 
 
Lebih lanjut mengenai kasus Bebiluck menurut Penny, kini produsen terkait sedang berada di bawah pengawasan BPOM untuk diberikan panduan cara produksi makanan yang baik, serta pengurusan ijin edar. Penny tak menampik kemungkinan jika produk Bebiluck nanti bisa beredar lagi di Indonesia, asalkan telah memenuhi persyaratan yang diajukan BPOM dan mendapatkan nomor ijin edar. FRI-12

Artikel Lainnya

  • Apr 15, 2021

    Empat Kategori Flavor Pangan

    saat ini ada empat kategori flavor yang sedang menjadi kecenderungan di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Keempat kategori tersebut adalah comfort flavour, nostalgic flavour, functional flavour dan millennial flavour. Comfort flavour adalah flavor yang membuat nyaman. ...

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...