Kelapa Sawit Indonesia Menuju Pembangunan Berkelanjutan



Pemanfaatan kelapa sawit dan produk turunannya tidak lepas dari dukungan penelitian dan pengembangan produk. Peran penelitian dan pengembangan kelapa sawit dari hulu sampai hilir dapat memberikan peluang-peluang investasi produk berdaya saing di masa depan. Di sisi lain, penelitian dan pengembangan juga merupakan sarana yang digunakan untuk menjawab tantangan dikaitkan dengan sustainability, kerusakan lingkungan, kebakaran.
 
Program Grant Riset Sawit merupakan salah satu upaya Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kelapa sawit untuk melakukan penguatan, pengembangan dan peningkatan pemberdayaan perkebunan dan industri sawit yang saling bersinergi di sektor hulu dan hilir demi terwujudnya industri sawit nasional yang tangguh dan lebih berkelanjutan. Dalam melaksanakan pengembangan dan penelitian sawit, diperlukan dukungan riset yang kuat dan terarah dengan baik serta dengan pendanaan yang cukup.
 
Pada Pekan Riset Sawit Indonesia yang diselenggarakan di Bogor pada 13-15 Desember 2016 lalu, dijabarkan bahwa secara garis besar penelitian tentang sawit meliputi beberapa bidang yaitu pangan, bioenergy, biomassa sawit, biomaterial dan oleokimia, budidaya dan lahan, serta ekonomi sosial.
 
Dalam bidang pangan, penelitian dan pengembangan tentang kelapa sawit mencakup sintesis lemak yang memiliki trigliserida dengan distribusi posisi asam lemak mirip dengan distribusi posisi asam lemak pada ASI yang dikenal dengan Human Milk Fat Substitutes (HMFS) dan  paket teknologi produksi jamur pada media tandan kosong kelapa sawit.
 
BPDP kelapa sawit berinisiatif untuk melakukan kajian efek sosial ekonomi kelapa sawit untuk mengetahui fakta mengenai praktek-praktek beberlanjutanyang dikaitkan dengan konsep Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs, Sustainable Development Goals) yaitu mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Studi ini dilakukan di 10 wilayah di yang tersebar di Pulau Sumatera dan Kalimantan.
 
Diharapkan dari kegiatan pekan riset sawit ini kolaborasi antara pemerintah, industri, lembaga penelitian atau perguruan tinggi dan seluruh pemangku kepentingan dapat terjalin untuk mewujudkan industri kelapa sawit Indonesia yang ramah lingkungan dan berkelanjutan demi tercapainya SDGs. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...