Building Food Safety and Food Defense System


 

Food defense atau pertahanan pangan menurut FDA merupakan usaha untuk mencegah intentional contamination pada produk pangan baik secara biologi, kimia, fisik ataupun radiologi yang tidak selayaknya ada pada pengadaan pangan. 

 

Indonesia merupakan negara yang seharusnya menguatkan sistem pertahanan pangannya. Hal tersebut karena beberapa ancaman pertahanan pangan yang berkaitan dengan ekonomi, adulteration, sabotase, dan terorisme."Adanya bahaya antara ekonomi dan dampak kesehatan seseorang akan memberikan dampak yang signifikan bagi suatu negara, sehingga sudah selayaknya bisa menjadiperhatian terutama bagi pemerintah," tutur Senior Advisor Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Dr. Roy Sparringa dalam acara In-Depth Seminar Foodreview Indonesia di Bogor, 15 Maret lalu.

Berbicara masalah pertahanan pangan tidak dapat terlepas dari sistem keamanan pangan. Pada kesempatan yang sama Prof. Ratih Dewanti-Hariyadi menjelaskan tentang beberapa jenis sistem keamanan pangan selain HACCP. "Selama ini kita haya mengenal HACCP, namun ternyata di negara lain sudah mulai mengembangkan sistem yang lebih tinggi, misalnya PAS yang diterapkan di Inggris, menganggap bahwa HACCP saja tidak dapat mendeteksi bahaya yang disengaja," tuturnya. Fri-33

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...