Ragam Shortening untuk Aplikasi Produk Snack



Shortening serba guna merupakan shortening yang diformulasi menggunakan lemak hewani dan minyak nabati, shortening H-SBO menggunakan bahan baku minyak kedelai terhidrogenasi (H-SBO, hydrogenated soybean oil), dan shortening PO menggunakan bahan baku 100% minyak sawit (PO, palm oil).  Sebelumnya, shortening H-SBO banyak digunakan di Amerika Serikat maupun negara-negara Eropa. Namun sejak pelarangan penggunaan minyak terhidrogenasi parsial sebagai bahan pangan di Amerika Serikat pada 2015 karena isu lemak trans, maka shortening PO menjadi alternatif terbaik saat ini sebagai penggantinya.  Di Indonesia hampir semua industri biskuit, kukis, dan krekers sudah menggunakan shortening PO.  Nilai SFC yang relatif lebih tinggi pada suhu rendah (< 20oC) tidak menjadi masalah dalam aplikasi shortening PO karena iklim di Indonesia yang memiliki suhu moderat di 25-35oC sebagai suhu kerja.

Lebih lengkapnya dapat dibaca di FOODREVIEW Indonesia edisi "Snackification" | Desember 2017 | Untuk pembelian atau langganan majalah bisa hubungi langganan@foodreview.co.id

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...