Regulasi Produk Bakeri di Indonesia



Menurut peraturan Kepala Badan POM Nomor 21 Tahun 2016 Tentang Kategori Pangan, produk bakeri masuk dalam kategori pangan 07.0 Produk Bakeri yang didalamnya mencakup 07.1 Roti dan Produk Bakeri tawar dan Premiks dan 07.2 produk Bakeri Istimewa (Manis, Asin, Gurih).  Selain kedua kategori tersebut, produk bakeri juga memiliki beberapa regulasi terkait dengan penggunaan BTP, pengawasan terkait dengan klaim dan label, kriteria mikrobiologi, pencantuman informasi nilai gizi dan pengawasan terkait kemasan pangan. 

ìProduk bakeri tentu erat kaitannya dengan BTP. Sehingga, untuk dapat mengetahui BTP apa saja yang diperbolehkan untuk digunakan dapat dilihat salah satunya di Peraturan Kepala BPOM Tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan yang didalamnya terdapat sekitar 27 peraturan,î tutur Direktur Registrasi pangan Olahan, Anisyah, S.Si., Apt., MP dalam In-depth Seminar Foodreview Indonesia ìFresh Insight to Bakery Ingredientsî yang diselenggarakan di Bogor pada 5 April 2018 lalu. Salah satu hal baru yang mulai diatur oleh BPOM adalah penggunaan bahan penolong pada produk bakeri. Anisyah mengungkapkan bahwa bahan penolong adalah hal baru karena hingga sampai saat ini BPOM masih cukup banyak berkonsentrasi pada BTP, aspek gizi, dan cemaran. 

Lebih lengkapnya silakan baca di Foodreview Indonesia edisi Mei 2015: Confectionery, Bitter Sweet Appeal of Chocolate.
Pembelian & Berlangganan hubungi kami : langganan@foodreview.co.id / 0251 8372 333 / WA 0811 1190 039

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...