Perlunya Penerapan Sistem Rantai Dingin pada Daging Sapi




Dalam penyediaan daging sapi untuk masyarakat, harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, yakni aman dan layak. Aman berarti produk pangan tersebut tidak mengandung bahan yang dapat mengganggu atau membahayakan kesehatan manusia.

Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Peternakan IPB Prof. Dr. Irma Isnafia Arief dalam sebuah pelatihan tentang manajemen rantai dingin produk daging yang diselenggarakan oleh Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI) di Kampus IPB Darmaga Bogor pada 21 Februari lalu. Irma menjelaskan produk pangan juga harus bersifat layak, yakni kondisi atau keadaan pangan tidak menyimpang dan dapat diterima oleh konsumen, misalna tidak rusak, tidak kotor, tidak menjijikkan, dan sebagainya. 

Untuk menjamin keamanan pangan produk daging sapi, Irma menyarankan agar pada proses penyediaannya diterapkan dalam sistem rantai dingin. Pada prinsipnya, "sistem rantai dingin adalah penerapan suhu dingin selama produksi, penyimpanan dan distribusi daging dan produk olahanm dengan penyimpanan di bawah suhu 4 derajad celcius," kata Irma. Hal itu dimaksudkan untuka mencegah atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan menghambat aktifitas enzim pada daging. FRI-08

Artikel Lainnya

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...

  • Mar 25, 2021

    Formulasi dan Fungsionalitas Snack Bars

    Tren kesehatan dan kebugaran pada produk pangan meningkat pesat pada beberapa tahun terakhir karena konsumen beralih dengan lebih memilih produk yang melalui sedikit proses (less-processed) dan lebih alami/organik dibandingkan produk regular.  ...

  • Mar 24, 2021

    Teknologi Snack Bars Ubi Jalar dan Kacang-kacangan

    Snack bars dapat dibuat dari bahan selain tepung gandum, oats dan granola, yaitu tepung ubi jalar, tepung kedelai dan tepung kacang hijau. Laboratorium Pengolahan Pangan, Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian telah melakukan riset dan pengembangan teknologi snack bars yang dibuat dari bahan pangan lokal.  ...