Pengendalian Penurunan Mutu Produk Pangan untuk Memperpanjang Masa Simpan



Selain menghasilkan produk pangan yang aman dikonsumsi, produsen pangan juga dituntut untuk menghasilkan produk bermutu tinggi untuk memenuhi kepuasan konsumen. Seperti yang diketahui, mutu produk pangan akan mengalami perubahan dan penurunan selama proses penyimpanan dan penjajaan. Mutu produk pangan yang semakin menurun dapat menjadi indikasi produk tersebut mendekati akhir masa simpan. Sehingga, salah satu upaya memperpanjang masa simpan produk pangan dapat dilakukan dengan cara memperlambat laju penurunan mutunya.

"Masa simpan produk pangan dapat diperpanjang apabila diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi masa simpan produk tersebut. Perlambatan laju penurunan mutu produk dapat dilakukan dengan memberikan kemasan yang tepat. Sebagai contoh, untuk produk yang reaktif terhadap oksigen, maka penggunaan bahan kemasan yang memiliki nilai laju transfer oksigen rendah akan mampu memperlambat reaksi kerusakan produk. Selain pemilihan kemasan yang tepat, pengendalian penurunan mutu dapat ditempuh dengan mengendalikan kondisi lingkungan seperti menghindarkan gesekan fisik, mengendalikan suhu, oksigen, dan cahaya," terang Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB sekaligus Vice Chairperson Codex Alimentarius, Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi dalam Professional Workshop Foodreview Indonesia dengan tema Predicting & Managing Shelf Life of Food Batch 2 yang diselenggarakan di Bogor pada 22 Oktober 2019.

Lebih lanjut Purwiyatno menjelaskan, dengan pengendalian faktor-faktor penyebab kerusakan produk pangan tersebut, pada akhirnya akan mampu meningkatkan masa kedaluwarsa produk pangan menjadi lebih lama. "Produsen pangan penting untuk memiliki pengetahuan terhadap karakteristik produk dan mengenali produknya dengan baik. Karakteristik produk tersebut berhubungan dengan aspek mikrobiologis, kimia, fisik, gizi, biokimia, serta organoleptik, yang digunakan untuk menentukan dan mengelola umur simpan." pungkas Purwiyatno. Fri-37

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...