• Potensi Protein Whey sebagai Ingridien Fungsional

    Perkembangan teknologi pengolahan keju memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemanfaatan produk samping whey. Whey merupakan produk samping dalam bentuk cair yang dihasilkan dari koagulasi susu pada pengolahan keju. Pada abad 19, terjadi peningkatan produksi keju yang menghasilkan whey dengan biochemical oxygen demand (BOD) antara 35 - 45 kgm-3 dan chemical oxygen demand (COD) 60-70 kgm-3 yang memberikan kontribusi kategori whey sebagai limbah. 

  • Uji Sensoris Berbasis Konsumen

    Pada dasarnya target produsen untuk penyesuaian selera atau rasa bagi konsumen. Sehingga, melibatkan konsumen dalam tahap uji sensori ini menjadi cukup penting. Dalam ilmu sensori, memang sering menggunakan konsumen sebagai panelis, hanya saja masih terbatas untuk uji afektif yakni uji kesukaan atau uji hedonik yang biasa digunakan untuk uji sensori penerimaan produk di konsumen.  

  • Perkembangan Ilmu Sensoris

    Ilmu sensoris terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan prediksi keberhasilan produk yang lebih baik dan lebih cepat. Sensoris akan terus berperan dalam memungkinkan industri pangan mendapatkan keunggulan kompetitif dengan meluncurkan produk baru yang lebih kompetitif dan inovatif di pasaran demi mempertahankan pasokan pangan yang berkelanjutan. Sifat sensori bagi produk pangan menjadi aspek esensial karena konsumen akhirnya adalah manusia. Produk pangan dengan mutu gizi yang baik serta aman namun sama sekali tidak menarik, tidak enak, dan tidak membangkitkan selera maka produk tersebut pasti kurang dapat diterima.

  • Proses Fermentasi-Inkubasi Biji Kakao Tidak Terfermentasi

    Biji kakao tidak terfermentasi yang dilakukan refermentasi ulang memiliki rasa yang berbeda dengan biji kakao yang sejak awal telah melalui proses fermentasi. Perbedaan rasa ini terjadi akibat proses pengeringan yang telah dilakukan pada biji sehingga kehilangan senyawa penting dalam pembentukan flavor. Namun demikian, biji kakao tidak terfermentasi ini masih dapat dilakukan proses lebih lanjut untuk membuatnya menjadi lebih baik secara aroma ataupun rasa. Proses yang dilakukan biasa disebut dengan proses fermentasi-inkubasi pada biji kakao tidak terfermentasi yang telah melalui proses pengeringan.

  • Pemanfaatan Singkong di Indonesia

    Umbi lain yang saat ini dieksplorasi untuk menggantikan terigu adalah singkong. Singkong merupakan komoditas penting dan menjadi komoditas yang terus dikembangkan di Indonesia. Pengolahan singkong sebagai tepung semakin meningkat saat ini dikarenakan adanya peningkatan umur simpan, kemudahan distribusi, dan kemudahan untuk diaplikasikan pada produk pangan dibandingkan dengan  dalam bentuk segar.   


Recent Posts

Peluang Inovasi Daur Ulang

Beberapa negara di dunia, telah menerapkan sistem daur ulang. Caranya beragam dan bervariasi bergantung pada kebijakan yang disepakati. Contoh di India, salah satu perusahaan kosmetika, kese Read More »

Tren Global Inovasi Kemasan

Global Packaging Trends 2020 oleh Mintel melaporkan bahwa produsen dan merek kemasan harus terus mengembangkan dan mengomersialkan inovasi kemasan yang dapat didaur ulang meskipun kemampuan Read More »

Pemanfaatan Singkong di Indonesia

Umbi lain yang saat ini dieksplorasi untuk menggantikan terigu adalah singkong. Singkong merupakan komoditas penting dan menjadi komoditas yang terus dikembangkan di Indonesia. Pengolahan singkon Read More »

Teknologi Pengemasan untuk UMKM

Kemasan terus mengalami pengembangan fungsi pokok mulai dari sekadar tempat menyimpan produk menjadi beberapa fungsi lain seperti untuk mencegah kerusakan produk dan penurunan mutu, memperpanjang umur Read More »

Kemasan Pangan dalam Ekonomi Sirkular

Industri kemasan plastik memiliki peran penting dalam rantai pasok sektor strategis seperti industri pangan, farmasi, kosmetika, dan elektronika. Untuk itu, laju produksinya harus tetap terkontrol den Read More »

Mengapa Kemasan Berkelanjutan?

Plastik adalah salah satu jenis kemasan yang paling banyak digunakan. Mudah dibentuk, ringan, dan dapat disesuaikan dengan keinginan pasar membuat plastik sulit dipisahkan dari seluruh siklus produksi Read More »

Penilaian Daur Hidup Kemasan Pangan

Kuatnya pengaruh isu lingkungan terhadap kemasan, membuat sebagian besar produsen memikirkan langkah ke depan terkait kemasan yang lebih berkelanjutan. Selain itu, kesadaran konsumen akan kesehat Read More »

Penandaan Batas Kedaluwarsa

Pada praktiknya, perlu diatur dan dibedakan dengan jelas, apakah tanda batas kedaluwarsa pangan itu berupa used by date atau best before date. Used by date adalah tanggal yang ditetapkan berdasar Read More »

Aplikasi AR dalam Kemasan Pangan

Augmented reality (AR) merupakan teknologi penggabungan dunia nyata dan maya dalam luaran dua dimensi atau tiga dimensi. Teknologi AR sebenarnya lebih banyak digunakan sebagai alat bantu dalam dunia p Read More »

GC-MS dalam Analisis Pangan

GC-MS telah lama digunakan dalam analisis pangan, khususnya dalam analisis senyawa aroma karena senyawa aroma bersifat volatil. Hal ini berkaitan dengan kemampuan GC-MS yang hanya bisa melak Read More »

Analisis Tingkat Lanjut GC-MS

Prinsip GC adalah pemisahan komponen berdasarkan volatilitas dan interaksi komponen dengan fase diam pada kolom GC. Sementara itu, prinsip MS adalah ionisasi molekul yang dikondisikan agar hanya terja Read More »

Metode Penentuan Umur Simpan

Untuk menentukan umur simpan suatu produk pangan, ada beberapa metode yang biasa digunakan seperti metode real time (konvensioal) dan metode percepatan (ASLT). Metode real time adalah metode yang Read More »

Regulasi Umur Simpan Produk Pangan

Merujuk pada Peraturan Badan POM No. 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, keterangan kedaluwarsa merupakan batas akhir suatu pangan dijamin mutunya sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk y Read More »