• Revisi Prinsip Umum Higiene Pangan Codex (CXC 1-1969)

    Di tahun 1969 CCFH mengeluarkan dokumen CXC 1-1969 yang berjudul General Principles of Food Hygiene yang dilengkapi dengan Lampiran tentang Codex Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) atau Sistem Analisa Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis. Sejak diadopsi pertama kali pada tahun 1969, CXC 1-1969 telah mengalami beberapa kali revisi, di mana revisi terakhir dilakukan pada tahun 2013. Dokumen ini dijadikan kiblat manajemen keamanan pangan dan tepat di tahun 2020 dokumen CXC 1-1969 direvisi. Karena itu, baik industri maupun institusi pemerintahan yang mengatur sistem manajemen keamanan pangan tentu saja harus menyesuaikan berbagai perubahan dalam revisi dokumen CXC 1-1969 ini.

  • Logo Pilihan Lebih Sehat pada Minuman Siap Konsumsi

    Minuman siap konsumsi mencakup antara lain susu plain, susu rasa, susu berperisa, minuman susu, minuman mengandung susu, minuman susu fermentasi, minuman cokelat, minuman kedelai, sari kedelai, sari buah, sari sayur, minuman berperisa berkarbonat, minuman berperisa tidak berkarbonat, minuman sari kacang hijau, dan minuman botanikal/minuman rempah. Profil gizi untuk minuman siap konsumsi harus memenuhi persyaratan kandungan gula maksimum 6g/100 ml. Gula dihitung sebagai total monosakarida dan disakarida, tidak termasuk laktosa. Selain itu, pencantuman ini tidak boleh menggunakan BTP Pemanis sebagai upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk dapat mengurangi kesukaan untuk konsumsi yang manis.

  • Pengendalian PTM dengan Logo Pilihan Lebih Sehat

    Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab 71% kematian di dunia (WHO, 2018). Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi PTM di Indonesia seperti kanker, struk, penyakit ginjal, diabetes melitus dan hipertensi, mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013.

  • Teknologi Tekanan Tinggi pada Produk Minuman Jus

    Namun demikian, untuk kasus jus peras dingin (cold-pressed juice) aplikasi proses termal (penggunaan suhu tinggi) tentu tidak diinginkan, karena bisa menegasikan tujuan peras dingin itu sendiri. Pilihan lain adalah dengan menggunakan bahan tambahan pangan, yaitu penambahan senyawa antimikroba sesuai dengan aturan keamanan pangan.

  • Pilihan Teknologi untuk Jus Asam

    Jus buah umumnya mempunyai masa simpan yang pendek, sekitar 3 hari jika disimpan pada refrigerator. Hal ini tentu menyebabkan pembatasan pemasaran dan penggunaannya. Teknologi untuk memperpanjang masa simpan dan sekaligus menjamin keamanan produk minuman sangat dipengaruhi oleh nilai pH-nya.


Recent Posts

Persepsi Kesehatan dan Protein

Sebuah survei yang dilakukan oleh Health Focus International (Mei, 2019), menunjukkan bahwa konsumen (pembeli produk) di seluruh dunia lebih mementingkan proses pengurangan atau menjauhi produk-produk Read More »

Pilihan Teknologi untuk Jus Asam

Jus buah umumnya mempunyai masa simpan yang pendek, sekitar 3 hari jika disimpan pada refrigerator. Hal ini tentu menyebabkan pembatasan pemasaran dan penggunaannya. Teknologi untuk memperpanjang Read More »

Foods for Good Gut Health

Persepsi konsumen tentang pangan yang awalnya sekadar sebagai sumber gizi (karbohidrat, protein, dan lemak) untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh kini mulai bergeser. Konsumen saat ini mulai memiki Read More »

Kesempatan Industri Minuman

Minuman siap saji secara prinsip bukan merupakan produk primer, sehingga pada saat konsumen dihadapkan dengan kondisi di mana mereka harus memilih, produk minuman siap saji dapat dengan mudah ditingga Read More »

Pengembangan Pangan Lokal

Investasi mendasar jangka panjang ini dapat dimulai dengan upaya eksplorasi untuk menggali dan mengembangkan potensi unik yang bisa menjadi daya saing pangan lokal. Pemerintah perlu mengembangkan skem Read More »

Investasi Penganekaragaman Pangan

Salah satu bentuk investasi jangka panjang membangun sistem pangan ini adalah dengan melakukan penganekaragaman (atau diversifikasi) pangan, memanfaatkan ragam sumber daya pangan lokal. Sejauh in Read More »

Tantangan Industri Pangan

Lebih dari itu, pemerintah, dan semua pemangku kepentingan pangan nasional, tidak hanya perlu memastikan bahwa rantai pasokan pangan terus berfungsi baik, tetapi yang lebih penting adalah menjawab per Read More »

Kondisi Ketahanan Pangan Global

Dalam publikasi yang berjudul The State of Food Security and Nutrition in the World 2020, yang merupakan laporan utama tahunan yang disusun bersama oleh FAO, the International Fund for Agricultural De Read More »

Perbaikan Pangan dan Gizi

Pembangunan ketahanan pangan telah berhasil meningkatkan ketahanan pangan Indonesia. Pada tahun 2019, Indonesia berada pada urutan ke-62 dari 113 negara dengan skor 62,6 berdasarkan Global Food Securi Read More »

Tantangan Pangan & Gizi di Indonesia

Malagizi, baik gizi kurang maupun gizi lebih, masih menjadi permasalahan utama negara- negara berkembang, termasuk Indonesia, di samping tantangan kecukupan dan keamanan pangan. Jutaan anak-anak dan r Read More »

Strategi UMKM 2021

Pandemi COVID-19 tahun 2020 masih belum berakhir, dan mungkin masih akan berlanjut di tahun 2021. Untuk dapat mempertahankan bahkan mengambil peluang untuk berkembang di tahun 2021, maka UMKM perlu da Read More »

Kondisi UMKM Pangan 2021

COVID-19 mengakibatkan ekonomi Pola belanja konsumen juga turut Indonesia mengalami kontraksi ekonomi sejak triwulan ke-2 tahun 2020, dalam tahap ini industri pengolahan masih bertahan tumbuh meski ha Read More »

Tantangan Industri Halal

Tantangan saat ini yang dihadapi oleh industri halal memang terkait dengan rantai pasokan bahan halal. Hasil pertanian merupakan salah satu hal terpenting dalam rantai pasok pangan. Dengan adanya paso Read More »

Rantai Pendingin Industri Pangan 2021

Biaya logistik nasional untuk produk barang konsumen dan pangan masih terbilang tinggi, rerata 26% dari PDB nasional. Hal ini memerlukan pengelolaan platform dari hulu ke hilir atau dari first mile ke Read More »