• Pemanfaatan Singkong di Indonesia

    Umbi lain yang saat ini dieksplorasi untuk menggantikan terigu adalah singkong. Singkong merupakan komoditas penting dan menjadi komoditas yang terus dikembangkan di Indonesia. Pengolahan singkong sebagai tepung semakin meningkat saat ini dikarenakan adanya peningkatan umur simpan, kemudahan distribusi, dan kemudahan untuk diaplikasikan pada produk pangan dibandingkan dengan  dalam bentuk segar.   

  • Fortifikasi Protein dengan Bahan Lokal

    Kegemaran masyarakat dalam mengonsumsi mi dapat dijadikan strategi untuk menambahkan zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh, salah satunya adalah protein. Keragaman sumber daya alam di berbagai daerah Indonesia dapat dijadikan ladang fortifikan apabila ditambahkan dengan metode yang tepat sehingga kandungan gizinya tidak hilang pada proses pengolahan bahan makanan tersebut. Saat ini, edible insekta menjadi bahan yang dipromosikan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) sebagai bahan makanan yang memiliki prospek di masa depan karena memiliki kandungan gizi salah satunya protein yang tidak kalah dengan sumber protein hewani lain. 

  • Eksplorasi Ubi Lokal untuk Pembuatan Mi

    Eksplorasi tepung dari umbi lokal dalam mengurangi penggunaan terigu terus dikembangkan karena adanya pati yang terdapat pada berbagai umbi lokal dapat berfungsi sebagai perekat (binder) dan menggantikan fungsi gluten. Salah satu tepung yang dikembangkan berasal dari ubi jalar (Ipomea batatas) sebagai bahan baku pembuatan mi. modifikasi tepung ubi jalar sebagai bahan baku mi dengan pati sagu dan pati uwi dengan menggunakan sistem ekstrusi menghasilkan warna yang menarik, elastisitas dan kekenyalan yang baik, kekerasan yang sesuai, dan cooking loss di bawah 40%.

  • Modifikasi Pati Jagung

    Adanya mi berbahan dasar jagung saat ini telah familiar di masyarakat. Berbagai macam proses digunakan untuk memodifikasi tepung jagung sebagai bahan dasar pembuatan mie mulai dari ekstrusi hingga modifikasi menggunakan berbagai proses pemanasan. Modifikasi proses panas pati jagung dengan metode heat-moisture treatment (HMT), heat-pressure treatment (HPT), microwave-heating treatment (MHT), dan osmotic-pressure treatment (OPT) dapat digunakan dalam mengubah morfologi granula, pasting properties, dan sifat fungsional dari pati jagung. Dengan adanya proses ini, mi jagung yang dihasilkan akan menjadi lebih kenyal dan disukai oleh konsumen.

  • Konsep Isi Ulang

    Selain daur ulang yang lebih menitikberatkan pada produsen, baru-baru ini konsep isi ulang seolah membawa jawaban pada konsumen untuk langsung terlibat dalam pengurangan limbah kemasan plastik. Hal ini juga didukung dengan pertumbuhan pesat yang menawarkan konsep toko tanpa kemasan di mana pembeli dapat membawa kemasannya sendiri atau menyediakan tempat isi ulang ketika produk yang dibeli telah habis. Kendati demikian, ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi jika akan mengaplikasikan konsep isi ulang ini.


Recent Posts

Teknologi Pengemasan untuk UMKM

Kemasan terus mengalami pengembangan fungsi pokok mulai dari sekadar tempat menyimpan produk menjadi beberapa fungsi lain seperti untuk mencegah kerusakan produk dan penurunan mutu, memperpanjang umur Read More »

Kemasan Pangan dalam Ekonomi Sirkular

Industri kemasan plastik memiliki peran penting dalam rantai pasok sektor strategis seperti industri pangan, farmasi, kosmetika, dan elektronika. Untuk itu, laju produksinya harus tetap terkontrol den Read More »

Modifikasi Pati Jagung

Adanya mi berbahan dasar jagung saat ini telah familiar di masyarakat. Berbagai macam proses digunakan untuk memodifikasi tepung jagung sebagai bahan dasar pembuatan mie mulai dari ekstrusi Read More »

Konsep Isi Ulang

Selain daur ulang yang lebih menitikberatkan pada produsen, baru-baru ini konsep isi ulang seolah membawa jawaban pada konsumen untuk langsung terlibat dalam pengurangan limbah kemasan plastik. Hal&nb Read More »

Penandaan Batas Kedaluwarsa

Pada praktiknya, perlu diatur dan dibedakan dengan jelas, apakah tanda batas kedaluwarsa pangan itu berupa used by date atau best before date. Used by date adalah tanggal yang ditetapkan berdasar Read More »

Aplikasi AR dalam Kemasan Pangan

Augmented reality (AR) merupakan teknologi penggabungan dunia nyata dan maya dalam luaran dua dimensi atau tiga dimensi. Teknologi AR sebenarnya lebih banyak digunakan sebagai alat bantu dalam dunia p Read More »

GC-MS dalam Analisis Pangan

GC-MS telah lama digunakan dalam analisis pangan, khususnya dalam analisis senyawa aroma karena senyawa aroma bersifat volatil. Hal ini berkaitan dengan kemampuan GC-MS yang hanya bisa melak Read More »

Analisis Tingkat Lanjut GC-MS

Prinsip GC adalah pemisahan komponen berdasarkan volatilitas dan interaksi komponen dengan fase diam pada kolom GC. Sementara itu, prinsip MS adalah ionisasi molekul yang dikondisikan agar hanya terja Read More »

Metode Penentuan Umur Simpan

Untuk menentukan umur simpan suatu produk pangan, ada beberapa metode yang biasa digunakan seperti metode real time (konvensioal) dan metode percepatan (ASLT). Metode real time adalah metode yang Read More »

Regulasi Umur Simpan Produk Pangan

Merujuk pada Peraturan Badan POM No. 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, keterangan kedaluwarsa merupakan batas akhir suatu pangan dijamin mutunya sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk y Read More »

Menentukan Umur Simpan Produk Pangan

Di bidang pemasaran, umur simpan memiliki peranan yang cukup krusial. Selain dapat menentukan penerimaan pasar terhadap suatu produk, umur simpan juga dapat menentukan harga atau nilai produk pangan t Read More »

Masa Depan Teknologi Blockchain

Teknologi digital maju seperti blockchain dan AI akan terus digunakan untuk meningkatkan efisiensi, daya saing dan ketangguhan industri di masa depan. Digitalisasi sudah bukan lagi suatu an Read More »