Memilih Produk Pangan yang Aman dari Bahan Berbahaya



Bahan tambahan pangan (BTP) merupakan ingridien yang tidak lepas penggunaannya dalam pengolahan bahan pangan. Menurut Undang-Undang No. 18 tentang Pangan, BTP didefinisikan sebagai bahan yang ditambahkan ke dalam makanan untuk memengaruhi sifat atau bentuk pangan atau produk pangan. BTP terdiri dari BTP alami dan BTP buatan yang aman bagi kesehatan, sengaja ditambahkan pada proses pengolahan pangan sehingga daya simpannya lebih lama, nilai gizi lebih tinggi, serta tekstur dan cita rasa lebih baik.

"Terkait BTP, kami menyusun batas-batas penggunaannya setelah melalui kajian keamanan pangan. Beberapa masalah masih muncul di industri pangan, khususnya usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) yaitu penggunaan bahan berbahaya misalnya formalin, borak, dan obat-obat tertentu," tutur Direktur Standardisasi Produk Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan, Drs. Tepy Usia, Apt., M.Phil., Ph.D dalam Media Breafing tentang konsumen cerdas keamanan pangan. Acara ini diselenggarakan oleh Pusat Informasi Produk Industri Makanan dan Minuman (PIPIMM) di Jakarta pada 24 Mei 2017 lalu. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Jan 22, 2021

    Inovasi Kecerdasan Buatan untuk Industri Pangan

    Berbagai inovasi penggunaan kecerdasan buatan untuk pangan telah dilakukan di berbagai negara maju. Sebagai contoh, Majalah Forbes (April 2020) menyajikan artikel yang berjudul “This AI Camera Can Help Restaurants Show that Their Food is Safe from Coronavirus”. Penemuan mutakhir ini merupakan terobosan yang cukup nyata dalam industri pangan. Alat ini mampu memastikan bahwa makanan yang dihidangkan terbebas dari virus korona karena telah dipersiapkan dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini dimungkinkan karena pembuatan makanan dipantau lewat kamera yang menggunakan algoritma cerdas dan teknik image recognition. ...

  • Jan 21, 2021

    Kecerdasan Buatan untuk Industri Pangan 2021

    Saat ini digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi bisnis dan industri. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan robot mampu melaksanakan berbagai tugas lebih cepat dan lebih baik (presisi) dari pada manusia. Walaupun atmosfir digitalisasi di industri pangan sudah terasa sejak dicanangkannya program “Making Indonesia 4.0” beberapa tahun lalu, namun penerapannya masih belum memuaskan. Diperkirakan baru sekitar 5-10% industri pangan yang sudah melaksanakan program digitalisasi. Selebihnya baru pada tahap pengenalan (familiarisasi) atau bahkan belum mengenal digitalisasi sama sekali. Padahal kalau kita bandingkan dengan luar negeri, negara kita masih jauh tertinggal dalam proses digitalisasi. ...

  • Jan 20, 2021

    Kinerja Pangan Strategis

    Dari sisi suplai, sektor pertanian mencatat pertumbuhan positif dan menjadi bantalan (cushion) di tengah resesi ekonomi Indonesia. Sektor pertanian tumbuh 2,19 dan 2,15% (y-on-y) dan pada Q2 dan Q3- 2020. ...

  • Jan 19, 2021

    Pola Konsumsi Masa Pandemi

    Sepanjang tahun 2020, komponen sisi pengeluaran seluruhnya mengalamai kontraksi, kecuali pengeluaran pemerintah yang mengalami pertumbuhan 9,76% (y-o-y) pada Q3-2020. Pertumbuhan pengeluaran konsumsi rumah tangga masih terkontraksi minus 4,04%, pengeluaran konsumsi LNPRT (Lembaga non-profit yang melayani rumah tangga) juga minus 2,12%, investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) negatif 6,48%, ekspor negatif 10,82%, dan impor lebih parah sampai minus 21,86%. ...

  • Jan 18, 2021

    Industri Pangan 2021

    Pandemi virus korona di tahun 2020 telah menyebabkan perubahan di berbagai lini kehidupan, seperti cara berbelanja, bersosialisasi, belajar hingga hiburan dan lainnya. Industri pangan misalnya, harus segera menyesuaikan dengan kondisi yang tidak menentu untuk tetap dapat menyediakan kebutuhan pangan bagi konsumennya (yang lebih memilih dan sadar mencari produk-produk untuk kesehatan dan kebugaran). ...