Penggunaan Teknologi Pencetakan 3D pada Produk Pangan



Dengan teknologi pencetakan 3D, juga menciptakan jaringan baru dalam dunia perdagangan (value chains) seperti pada seseorang menginginkan sebuah sepatu pada suatu toko dengan menggunakan beberapa jaringan yang terintegrasi seperti scanning device app sampai pada printer center ia mendapatkan sesuai dengan apa yang diinginkan dengan waktu yang cukup singkat. Ilustrasi tersebut tentu sangat mungkin pula diterapkan oleh industri pangan dengan menerapkan jaringan perdagangan yang mendekati konsumen secara langsung maupun secara masal di suatu industri (A.T Kearney, 2015). Penggunaan teknologi pencetakan 3D pada industri pangan terdekat digunakan oleh industri di bidang confectionary seperti permen dan cokelat. Teknologi pencetakan 3D pada industri pangan memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi. Cokelat sebagai salah satu produk pangan yang telah menggunakan teknologi pencetakan 3D memiliki konsumsi per kapita yang masih rendah di Asia Pasifik karena beberapa hal seperti faktor ekonomi, nilai investasi yang tinggi, serta proses yang kompleks, untuk itu, dengan menggunakan teknologi pencetakan 3D diharapkan dapat menaikkan konsumsi cokelat dengan biaya yang rendah dan kapasitas yang tinggi. 

Lebih lengkapnya silakan baca di Foodreview Indonesia edisi Juli 2018: Food Quality and Safety By Design.
Pembelian & Berlangganan hubungi kami : langganan@foodreview.co.id / 0251 8372 333 / WA 0811 1190 039

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...