Menggali Potensi Ingridien Fungsional Lokal Indonesia



Pangan dengan kandungan ingridien yang memiliki fungsi khusus bagi tubuh terus berkembang. Berbagai penelitian dan inovasi terus dilakukan oleh para profesional, baik di universitas, industri maupun institusi pemerintah. Dalam 2nd Asia Food and Beverage Summit 2016 yang dilaksanakan di Jakarta pada 7-8 November 2016, Ketua Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), Prof. Rindit Prambayun, menyatakan bahwa pengembangan sumber lokal perlu terus ditingkatkan demi mendukung terciptanya globalisasi pangan lokal.

Dalam presentasinya, Rindit menjelaskan salah satu penelitiannya tentang gambir. Gambir merupakan sumber antioksidan yang selama ini proses pengolahannya masih dilakukan secara tradisional. Gambir yang biasanya diproses menjadi produk gambir kering dan digunakan bahan "chewing gum" bagi wanita di Indonesia, ternyata mengandung zat antimikrobia dan antioksidan. Kandungan katekin pada gambir sangat tinggi dan bermacam-macam. Jika dibandingkan dengan hidroksi toluen sebagai antioksidan sintetik, gambir menghasilkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi.

Komersialiasi gambir dalam produk pangan mulai dilakukan. Salah satu aplikasinya adalah sebagai ingridien dalam teh hijau. Selain itu dapat pula digunakan dalam produk bakso dan tahu sebagai agen preservatif.

Aplikasi penggunaan gambir masih terus dilakukan, salah satunya yaitu tentang stabilitasnya terhadap suhu tinggi. Sehingga kedepannya gambir dapat diaplikasikan lebih luas dalam produk pangan seperti pada permen, produk minuman dan produk berbasis susu. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...