Pro Kontra Styrofoam untuk Kemasan Pangan



Kontroversi Styrofoam kembali menyeruak. Setelah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melarang penggunaan styrofoam sebagai pengemas pangan, isu keamanan pangan terhadap polystirene kembali di pertanyakan terutama masalah migrasi bahan berbahaya ke dalam makanan. Indonesian Packaging Federation (IPF) menggelar seminar yang mengupas tentang styrofoam pada 16 November 2016 di Jakarta. Acara seminar bersamaan dengan Pameran Plastik dan Rubber 2016 oleh Pamerindo Indonesia.

Kepala Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi BPPT, Ismarini mengatakan semestinya ada teknologi untuk mendaur ulang polystyrene foam seperti halnya plastik. Kepala Sie Standarisasi Produk dan Bahan Berbahaya Kimia dan Non Kimia BPOM RI, Betty Noegraha menambahkan, beberapa regulasi yang mengatur tentang kemasan pangan di antaranya Peraturan Kepala Badan POM RI No HK.03.1.23.07.11.6664 tahun 2011 tentang Pengawasan Keamanan Pangan. Monomer Styrena dikategorikan karsinogen kelas 2B (IARC) terdapat bukti menyebabkan kanker pada hewan percobaan. Namun berdasarkan hasil uji paparan polysterina yang dilakukan BPOM menunjukan nilai tertinggi stirena dari kelima provinsi di Indonesia yang dinilai penggunaan polystirena masih di bawah PMTDI (Provisional Maximum Tolerable Daily Intake Styren). 

Oleh karena itu pelarangan polystirena lebih karena pencemaran lingkungan. FRI-31

Artikel Lainnya

  • Jun 07, 2024

    Tantangan Perubahan Iklim terhadap Keamanan Pangan

    Perubahan iklim telah menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi sektor pangan global. Kenaikan suhu, perubahan pola curah hujan, dan meningkatnya frekuensi peristiwa cuaca ekstrem seperti banjir dan kekeringan, mengganggu produksi pangan di berbagai belahan dunia. Perubahan ini tidak hanya mengurangi hasil panen, tetapi juga mempengaruhi kualitas pangan, meningkatkan risiko ketidakamanan pangan. Kondisi ini sangat meresahkan karena populasi dunia terus bertambah, sehingga kebutuhan pangan semakin mendesak. ...

  • Jun 07, 2024

    Validasi dan Verifikasi dalam Pengontrolan Alergen di Industri Pangan

    Validasi dan verifikasi merupakan dua langkah kunci dalam pengendalian alergen di industri pangan.  ...

  • Jun 05, 2024

    Indonesian Packaging Federation (IPF) Kembali Gelar PackindoStar 2024

    Pengembangan kemasan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam meningkatkan daya tarik suatu produk. Untuk dapat mengkatalis kemajuan industri kemasan dalam negeri, Indonesia Packaging Federation (IPF) kembali menggelar PackindoStar 2024. Perhelatan tersebut merupakan ajang tahunan yang melibatkan para produsen kemasan, pemilik merek, dan mahasiswa, tetapi juga menjadi wahana untuk menghargai keunggulan dalam pengembangan kemasan. Bersamaan dengan itu, kegiatan ini juga secara konsisten menelurkan packaging designer yang kemampuannya diakui di perhelatan internasional seperti WorldStar dan AsiaStar. ...

  • Mei 29, 2024

    Bekatul: Ingridien Pangan Potensial

    Bekatul merupakan hasil samping dari proses penggilingan/ penyosohan beras pecah kulit menjadi beras sosoh. Pada Gambar 1, disajikan bagian-bagian padi, di mana bekatul merupakan salah satu produk yang dihasilkan. Proses penggilingan padi menghasilkan produk utama berupa beras sosoh (70-72%) dengan produk samping seperti berupa sekam (rice husk) (18-20%), dan bekatul (rice bran) (8-10%). Pada tulisan ini disajikan potensi bekatul fermentasi sebagai ingridien pangan. ...

  • Mei 29, 2024

    Pentingnya Memahami Metodologi Analisis Sensoris

    Analisis sensoris merupakan metode penting yang digunakan untuk mengevaluasi karakteristik produk pangan melalui indra manusia, seperti rasa, aroma, tekstur, dan penampilan. ...