INDUSTRI PANGAN FUNGSIONAL INDONESIA: Peluang untuk Membangun Kesehatan Bangsa


 

Dalam berbagai pustaka, perkembangan industri pangan fungsional tidak bisa dilepaskan dari Jepang. Di Jepang, industri pangan fungsional mulai berkembang dengan baik sejak awal tahun 1980an. Hal ini antara lain disebabkan karena konsumen Jepang yang mulai menyadari hubungan erat antara pangan dan kesehatan; dan mempunyai kepercayaan yang tinggi tentang pentingnya pemeliharaan kesehatan dengan cara konsumsi pangan tertentu yang mempunyai fungsi-fungsi kesehatan.

Sejak tahun 1991, dalam rangka mengendalikan dan mengurangi biaya kesehatan terus meningkat, diluncurkanlah satu kategori pangan dengan potensi manfaat kesehatan - yang sekarang popular disebut sebagai FOSHU; yaitu Foods for Specified Health Uses (Ashwell, 2002). Dengan diluncurkannya satu kategori pangan khusus ini (FOSHU), pemerintah Jepang mengembangkan sistem penilaian dan persetujuan (approval) terhadap produk industri pangan yang telah ditunjukkan mempunyai manfaat khusus bagi kesehatan, dan untuk produk tersebut bisa mencantumkan logo FOSHU khusus (Gambar 1). Sejak itu, industri FOSHU berkembang dengan pesat, dan menjadikan Jepang sebagai salah satu negara yang banyak mengekspor produk dengan manfaat kesehatan. Jepang juga menjadi acuan banyak Negara dalam mengembangkan industri pangan fungsionalnya.


Oleh: Purwiyatno Hariyadi
Selengkapnya artikel ini dapat dibaca di majalah FOODREVIEW INDONESIA edisi Mei 2015, yang dapat diunduh di www.foodreview.co.id

 

Artikel Lainnya

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...

  • Mar 25, 2021

    Formulasi dan Fungsionalitas Snack Bars

    Tren kesehatan dan kebugaran pada produk pangan meningkat pesat pada beberapa tahun terakhir karena konsumen beralih dengan lebih memilih produk yang melalui sedikit proses (less-processed) dan lebih alami/organik dibandingkan produk regular.  ...

  • Mar 24, 2021

    Teknologi Snack Bars Ubi Jalar dan Kacang-kacangan

    Snack bars dapat dibuat dari bahan selain tepung gandum, oats dan granola, yaitu tepung ubi jalar, tepung kedelai dan tepung kacang hijau. Laboratorium Pengolahan Pangan, Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian telah melakukan riset dan pengembangan teknologi snack bars yang dibuat dari bahan pangan lokal.  ...