Tantangan Pengembangan Tempe Bagi Industri Pangan



Tempe merupakan produk pangan yang telah diakui dunia sebagai produk Indonesia. Selain nilai kearifan lokal dan budaya, tempe juga menjadi produk pangan yang kaya akan zat gizi. "Di Indonesia, konsumsi tempe menyumbang 10% kebutuhan protein nabati dan merupakan produk fermentasi yang menghasilkan senyawa bioaktif untuk kesehatan," jelas Ketua Forum Indonesia, Prof Made Astawan dalam Seminar Nasional Peluang Pengembangan Tempe dan Produk Kedelai Bagi Industri Pangan dan Farmasi Masa Kini dan Nanti yang diselenggarakan di Bogor pada 27 April 2017.

Ia menjelaskan bahwa kandungan kalsium dalam tempe mempunyai nilai bioavailabilitas sebesar 66%. Selain itu, kandungan asam lemak bebas dan asam amino bebas dalam tempe membuat makanan ini mudah dicerna dan diserap oleh tubuh.

Terdapat beberapa tantangan dalam pengembangan tempe, antara lain standar higiene yang harus dipenuhi oleh para usaha kecil menengah (UKM). 

Diperlukan pula diversifikasi produk dan inovasi serta citra tempe, misalnya pengemasan, inovasi hidangan, dan pengembangan produk dari tempe seperti suplemen bioaktif dari tempe. Fri-29

Artikel Lainnya

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...

  • Mar 25, 2021

    Formulasi dan Fungsionalitas Snack Bars

    Tren kesehatan dan kebugaran pada produk pangan meningkat pesat pada beberapa tahun terakhir karena konsumen beralih dengan lebih memilih produk yang melalui sedikit proses (less-processed) dan lebih alami/organik dibandingkan produk regular.  ...

  • Mar 24, 2021

    Teknologi Snack Bars Ubi Jalar dan Kacang-kacangan

    Snack bars dapat dibuat dari bahan selain tepung gandum, oats dan granola, yaitu tepung ubi jalar, tepung kedelai dan tepung kacang hijau. Laboratorium Pengolahan Pangan, Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian telah melakukan riset dan pengembangan teknologi snack bars yang dibuat dari bahan pangan lokal.  ...