Kewajiban Sertifikasi Halal pada 2019 Mendatang



Pada 2019 mendatang, sertifikasi halal akan bersifat wajib yang dalam pelaksanaannya akan melibatkan tiga lembaga, yaitu MUI, BPJPH, dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). BPJPH bertugas dalam memberikan regulasi, mekanisme proses dan lainnya. Adapun yang bertugas turun ke lapang adalah LPH yang bisa didirikan oleh lembaga swasta, lembaga negara dan perguruan tinggi selama memenuhi persyaratan yang ditentukan. Salah satu syarat dari LPH adalah minimal mempunyai tiga auditor halal dan auditor tersebut harus mengaudit sesuai bidang spesifik yang dikuasai, misalnya bidang pangan harus ditangani oleh auditor halal khusus untuk pangan. Selanjutnya, MUI memberikan fatwa halal  berdasarkan kesepakatan antar ulama.

Terkait struktur kelembagaannya, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Prof. Ir. Sukoso., M.Sc., Ph.D menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Agama No. 42 Tahun 2016, BPJPH terdiri atas sekretariat, pusat registrasi dan sertifikasi, pusat pembinaan dan pengawasan, dan pusat kerjasama dan standardisasi. Bagian pembinaan diutamakan untuk para usaha kecil dan menengah (UKM) dalam rangka pengembangan produk untuk memperoleh sertifikat halal dan menjamin produk tersebut tetap sesuai dengan kriteria halal. Adapun bagian standardisasi, BPJPH tidak menjadi lembaga yang mengeluarkan standar, namun membutuhkan standar-standar yang mendukung terlaksananya sertifikasi halal. ìOleh karena itu, kami berdiskusi dengan badan negara lain, misalnya dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) terkait standar sistem halal yang tercantum dalam SNI 99001:2016 tentang sistem halal,î tambahnya.

Lebih lengkapnya dapat dibaca di FOODREVIEW Indonesia edisi "Localizing Bakery Products" | Januari 2018 | Untuk pembelian atau langganan majalah bisa hubungi langganan@foodreview.co.id

Artikel Lainnya

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...

  • Mar 27, 2021

    Pertimbangan dalam Reformulasi Produk Minuman

    Dalam reformulasi bahan pemanis produk minuman, pahami bahwa akan termodifikasi terutama cita rasa, kelarutan, dan viskositasnya. Untuk dapat meningkatkan cita rasa dalam proses pengurangan gula, penting untuk memilih pemanis yang tepat yang ditentukan berdasarkan tujuannya. ...

  • Mar 26, 2021

    Strategi Pengurangan Gula dalam Produk Minuman

    Prevalensi penyakit tidak menular (PTM) di seluruh dunia kian meningkat dari tahun ke tahun, begitu juga di Indonesia. PTM juga dikenal sebagai penyakit kronis, cenderung berlangsung lama dan merupakan hasil kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. ...