Analisis dan Preparasi Sampel dalam Pengujian Produk Pangan



Analisis dalam suatu produk pangan memiliki peranan yang penting dalam menentukan kualitas. Salah satu kriteria penting yang diuji adalah nitrogen dan serat. Dalam proses pengujian, proses preparasi sampel juga mengalami andil yang cukup riskan.

"Proses preparasi sampel sangat memengaruhi proses lanjutan dari pengujian. Preparasi sampel menjadi faktor yang penting dalam analisis," jelas Sales Manager AbadiNusa, Joseph Ronny dalam seminar sehari Fibertherm and Dumatherm an Innovative Technology for Yours Fibre and Nitrogen Analysis yang diselenggarakan oleh Gerhardt di Surabaya, 8 Agustus 2018.

Untuk pengujian nitrogen dan serat, Gerhardt memiliki sistem analisis berupa Fibertherm dan Dumatherm yang memiliki banyak keunggulan seperti efisiensi waktu dan tenaga laboratorium. Fri-35

Artikel Lainnya

  • Apr 16, 2021

    Eksplorasi Ingridien Pangan Lokal

    Indonesia sangat kaya akan sumber-sumber ingridien pangan. Beberapa ingridien tersebut bersifat multifungsional dan memiliki karakter yang spesifik. ...

  • Apr 15, 2021

    Empat Kategori Flavor Pangan

    saat ini ada empat kategori flavor yang sedang menjadi kecenderungan di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Keempat kategori tersebut adalah comfort flavour, nostalgic flavour, functional flavour dan millennial flavour. Comfort flavour adalah flavor yang membuat nyaman. ...

  • Apr 14, 2021

    Flavor Etnik untuk Produk Pangan

    Di era global ini, terjadi fenomena saling memengaruhi dalam masalah kesukaan konsumen terhadap flavor dan pangan. Pada saat ini, flavor etnik dari bagian manapun di belahan dunia digandrungi oleh konsumen di negara negara Barat, sebelumnya terjadi yang sebaliknya. ...

  • Apr 13, 2021

    Pengembangan Flavor Pangan

    Flavor pangan merupakan kunci utama kesukaan konsumen terhadap makanan dan minuman serta produk pangan (pangan olahan). ...

  • Mar 28, 2021

    Kualitas Pangan Beku

    Produk pangan beku menjadi semakin digemari konsumen karena beberapa alasan seperti: mengurangi kontaminasi, mengendalikan kerusakan pangan yang diakibatkan oleh mikroba, mengendalikan perkembangan mikroorganisme selama penyimpanan, menghambat penurunan zat gizi, serta mempertahankan kualitas organoleptik. ...